Haba Elit
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

lisensi

Advertisement

Advertisement
Selasa, 28 Juli 2026, 4:44 PM WIB
Last Updated 2026-07-28T10:03:46Z

Kepala Kemenag Bireuen Tekankan Peran Guru sebagai Kunci Kemajuan Madrasah

Advertisement
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., memberikan pembinaan ASN kepada guru MIN 37 Bireuen dan MIS Tanjong Beuridi sekaligus membuka bimbingan akreditasi madrasah di MIN 37 Bireuen, Kecamatan Peusangan Selatan, Selasa (28/7/2026).


Habaelit.com|Bireuen ,– Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa kualitas guru menjadi faktor utama dalam menentukan kemajuan madrasah dan keberhasilan peserta didik. Penegasan itu disampaikannya saat memberikan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 37 Bireuen dan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Tanjong Beuridi, Selasa (28/7/2026), di MIN 37 Bireuen, Keude Asan, Kecamatan Peusangan Selatan.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Bireuen, Anis, S.Ag., Pengawas Madrasah Kabupaten Bireuen Tgk. Hanafiah M.Ali, S.Ag., M.A., para kepala madrasah, guru, komite sekolah, serta tenaga kependidikan.


Kepala MIN 37 Bireuen, Jumiati, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Kemenag Bireuen beserta jajaran yang memberikan pembinaan dan penguatan kepada para pendidik.


"Kehadiran Bapak Kepala Kantor beserta rombongan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan di madrasah," ujarnya.

 

Dalam arahannya, Zulkifli menegaskan bahwa kemajuan madrasah tidak dapat dipisahkan dari kualitas tenaga pendidiknya.


"Madrasah yang hebat lahir dari guru-guru yang hebat. Karena itu, guru harus terus meningkatkan kompetensi, memperdalam ilmu, serta tidak pernah merasa bosan dalam mendidik dan membimbing peserta didik," katanya.

 

Ia mengingatkan bahwa profesi guru merupakan amanah yang mulia. Menurutnya, setiap pendidik harus terus melakukan evaluasi diri, meningkatkan keikhlasan, menjaga integritas, dan bersabar dalam menghadapi berbagai tantangan, sebagaimana keteladanan Nabi Ayyub AS.


Mengutip firman Allah SWT dalam Surah Yunus, Zulkifli menekankan bahwa Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya. Karena itu, guru diminta terus meningkatkan kualitas pengabdian sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat.


"Guru bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter generasi penerus bangsa. Jadilah contoh yang baik sehingga masyarakat semakin percaya dan terdorong menyekolahkan anak-anaknya ke madrasah," pesannya.


Usai pembinaan ASN, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan akreditasi madrasah yang menghadirkan Pengawas Madrasah Kabupaten Bireuen, Jahallim Solin, S.Ag., M.A., dan Saudah, M.Ag., sebagai narasumber.


Jahallim Solin menjelaskan bahwa akreditasi merupakan instrumen penting dalam menjamin mutu pendidikan sekaligus menjadi indikator kualitas penyelenggaraan madrasah. Ia memaparkan berbagai instrumen yang perlu dipenuhi agar satuan pendidikan mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.


Sementara itu, Saudah mengajak seluruh guru menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, damai, ramah anak, serta menghadirkan proses pembelajaran yang menyenangkan, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta kompetensi peserta didik.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Pengawas Madrasah Kabupaten Bireuen, Tgk. Hanafiah M.Ali, S.Ag., M.A., memohon keberkahan dan kemudahan bagi seluruh guru, peserta didik, dan madrasah dalam mewujudkan pendidikan yang unggul, bermutu, serta berdaya saing.


Melalui pembinaan ASN dan penguatan akreditasi tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Bireuen menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik serta mutu layanan pendidikan madrasah demi melahirkan generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Reporter : Muhammad Idris ( Amat Asah Parang)

Editor : Ipul pedank laut