Haba Elit
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

lisensi

Advertisement

Advertisement
Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026, September 19, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-19T05:58:30Z

Lewat “Rise and Speak”, Polres Bireuen Dorong Santri Berani Lawan Kekerasan dan Bullying

Advertisement

 


Habaelit.com|Bireuen ,— “Jangan takut bicara, jangan diam ketika melihat kekerasan.” Pesan tersebut disampaikan Polres Bireuen melalui Unit II Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim kepada para santriwan dan santriwati Pesantren Modern Al Zahrah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, dalam kegiatan penyuluhan dan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak, Jumat (18/9/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut mengangkat tema “Rise and Speak”, yang mengajak anak-anak untuk berani bersuara apabila mengalami maupun mengetahui adanya tindakan kekerasan.


Kanit II PPA Satreskrim Polres Bireuen Ipda Rudi Irawan, S.E., bersama personel memberikan edukasi kepada para santri mengenai berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, mulai dari kekerasan fisik, psikis, verbal hingga bentuk kekerasan lainnya yang dapat terjadi di lingkungan pendidikan.


Dalam penyuluhan tersebut, para santri juga diberikan pemahaman mengenai bullying atau perundungan, seperti mengejek, menghina, mengancam, mengucilkan, mempermalukan maupun menyakiti orang lain secara berulang, baik secara langsung maupun melalui media sosial.


Ipda Rudi mengingatkan para santri agar tidak melakukan, mendukung maupun membiarkan terjadinya bullying. Para santri juga didorong untuk saling menghormati, membantu korban serta segera menyampaikan laporan kepada guru, pengasuh pesantren, orang tua atau pihak yang dapat memberikan perlindungan.


Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Dedy Miswar, S.Sos., M.H., CPM., menegaskan pentingnya keberanian anak untuk berbicara ketika menghadapi persoalan kekerasan maupun perundungan.


“Melalui tema Rise and Speak, kami mengajak anak-anak untuk berani berbicara ketika mengalami atau mengetahui adanya kekerasan. Jangan takut untuk melapor, karena keselamatan dan perlindungan anak merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Kasat Reskrim.


Penyuluhan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Para santri tampak antusias menyampaikan pertanyaan terkait kekerasan terhadap anak, bullying, serta langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi maupun menyaksikan peristiwa tersebut.


Melalui kegiatan ini, Polres Bireuen berharap para santri semakin memahami pentingnya menjaga diri dan sesama, mampu mengenali tindakan kekerasan sejak dini serta memiliki keberanian untuk mengambil sikap dan melaporkan setiap bentuk kekerasan maupun perundungan.


Polres Bireuen juga mengajak orang tua, tenaga pendidik, pengasuh pesantren dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah anak dan bebas dari kekerasan serta bullying.


Rise and Speak — Berani Bicara, Berani Melapor, Bersama Lindungi Anak.


Reporter : Ipul pedank laut