Advertisement
![]() |
| Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) VI Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen Tahun 2026 di Aula Lama Setdakab Bireuen, Rabu (22/7/2026). |
Habaelit.com|Bireuen,– Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) VI di Aula Lama Setdakab Bireuen, Rabu (22/7/2026). Agenda lima tahunan tersebut menjadi forum evaluasi organisasi sekaligus penyusunan arah kebijakan dan pemilihan kepengurusan baru untuk periode 2026–2031.
Musyawarah dibuka oleh Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., yang menegaskan pentingnya peran PMI sebagai mitra pemerintah dalam menjalankan misi-misi kemanusiaan.
Menurut Mukhlis, PMI selama ini telah menunjukkan kiprah nyata melalui pelayanan donor darah, penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, pembinaan Palang Merah Remaja (PMR), serta berbagai kegiatan sosial yang langsung menyentuh masyarakat.
"PMI telah menjadi bagian penting dalam pelayanan kemanusiaan di Kabupaten Bireuen. Dedikasi para relawan patut diapresiasi karena selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan," ujar Mukhlis.
Ia berharap Muskab VI menghasilkan kepengurusan yang memiliki integritas, kepemimpinan yang kuat, serta mampu menjawab berbagai tantangan kemanusiaan di masa mendatang.
Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., M.M., mengatakan Muskab merupakan momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus melanjutkan berbagai program kemanusiaan yang telah berjalan.
Selama masa kepengurusannya, PMI Bireuen terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, mulai dari donor darah, penanganan bencana, pembinaan relawan hingga penguatan kapasitas organisasi.
Salah satu capaian penting yang berhasil diwujudkan adalah rampungnya rehabilitasi total Markas PMI Kabupaten Bireuen pada 2025. Keberadaan markas tersebut menjadi pusat koordinasi pelayanan kemanusiaan, terutama saat banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen.
Edi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang selama ini menjadi ujung tombak organisasi dalam menjalankan aksi-aksi kemanusiaan.
"Relawan PMI adalah pahlawan kemanusiaan yang bekerja dengan penuh keikhlasan demi membantu sesama," katanya.
Sementara itu, Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf, S.E., mengingatkan bahwa setiap pengurus PMI harus memiliki tiga syarat utama sebagaimana pesan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, yakni memiliki jiwa sosial, memiliki waktu untuk mengabdi, serta mampu menjaga amanah.
Menurutnya, ketiga nilai tersebut menjadi fondasi utama agar PMI tetap dipercaya masyarakat sebagai organisasi kemanusiaan yang profesional, independen, dan berintegritas.
Pembukaan Muskab VI PMI Kabupaten Bireuen dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten Bireuen, pimpinan perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, relawan PMI, peserta musyawarah, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dengan terselenggaranya Muskab VI, PMI Kabupaten Bireuen diharapkan semakin memperkuat kapasitas organisasi, memperluas pelayanan kemanusiaan, serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan kebencanaan.
Redaksi : Ipul pedank laut


