Advertisement
Habaelit.com|Bireuen,— Selembar kuesioner mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi petugas Badan Pusat Statistik (BPS), setiap jawaban yang tercatat menjadi bagian dari gambaran kondisi ekonomi masyarakat.
Memasuki pertengahan Agustus 2026, petugas lapangan BPS Kabupaten Bireuen masih terus bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya untuk menuntaskan pendataan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Selasa (11/8/2026), aktivitas pendataan terlihat di sebuah warung di Gampong Cot Tunong, Kecamatan Gandapura. Di tengah aktivitas warga, seorang petugas lapangan BPS menjalankan tugas pendataan terhadap responden sesuai wilayah pencacahan yang menjadi tanggung jawabnya.
Bagi petugas, kantor bukan satu-satunya tempat bekerja. Mereka harus turun langsung ke lapangan, menemui masyarakat dan mendatangi berbagai lokasi yang menjadi sasaran pendataan.
Pendataan lapangan SE2026 secara nasional berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Artinya, waktu bagi petugas untuk menuntaskan pendataan kini semakin terbatas.
Menjangkau Usaha hingga Pelosok Gampong
Salah seorang Petugas Lapangan BPS Kabupaten Bireuen, Nurul Aida, S.Pi., yang bertugas di Kecamatan Gandapura dengan wilayah pencacahan Gampong Cot Tunong dan Gampong Samuti Makmur, mengatakan pendataan dilakukan sesuai wilayah dan target yang telah ditentukan.
Menurut Nurul, pekerjaan di lapangan membutuhkan ketelitian sekaligus komunikasi dengan masyarakat. Informasi yang diperoleh dari responden harus dipastikan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Pendataan dilakukan langsung di lapangan. Kami terus berupaya melengkapi data sesuai kondisi sebenarnya agar data yang terkumpul akurat,” ujar Nurul.
SE2026 mencakup berbagai pelaku kegiatan ekonomi, mulai dari usaha mikro dan kecil hingga usaha menengah dan besar. Aktivitas perdagangan, jasa, usaha rumahan hingga kegiatan ekonomi berbasis digital juga menjadi bagian dari pendataan.
Karena itu, keberadaan petugas BPS di tengah masyarakat menjadi bagian penting untuk merekam aktivitas ekonomi hingga tingkat paling bawah.
Warung, rumah yang menjadi tempat usaha, perdagangan maupun jasa yang dijalankan masyarakat menjadi bagian dari potret perekonomian yang perlu tercatat dalam data.
Berhadapan dengan Beragam Kondisi Responden
Pendataan di lapangan tidak selalu berjalan mulus.
Yusri Wahyudi, S.E., Petugas Pendataan Lapangan (PPL) yang bertugas di Kecamatan Kutablang, khususnya Gampong Tanjong Siron dan Gampong Glanggang Menje, mengatakan petugas menghadapi berbagai kondisi ketika mendatangi responden.
Ada masyarakat yang sedang sakit atau tidak berada di tempat ketika petugas datang. Selain itu, terdapat pula masyarakat yang masih ragu memberikan informasi karena khawatir data yang disampaikan berkaitan dengan desil atau status sosial ekonomi mereka.
Kondisi tersebut membuat petugas harus memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai tujuan pendataan.
Petugas tidak hanya dituntut datang, bertanya dan mencatat. Mereka juga harus membangun komunikasi agar responden memahami pentingnya memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya.
Data Akurat untuk Kebijakan
Ketepatan data menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan. Program pemerintah dan berbagai kebijakan ekonomi membutuhkan informasi yang mampu menggambarkan kondisi masyarakat secara faktual.
Apabila data yang dikumpulkan tidak lengkap atau tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, gambaran yang dihasilkan juga berpotensi tidak utuh.
Karena itu, partisipasi masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan SE2026. Masyarakat diharapkan menerima petugas resmi dan memberikan informasi secara benar sesuai keadaan sebenarnya.
Petugas lapangan juga dibekali atribut dan identitas sebagai tanda pengenal ketika melakukan pendataan.
Pada akhirnya, pendataan tersebut bukan sekadar aktivitas mencatat angka. Data yang terkumpul menjadi bagian penting untuk memahami struktur dan karakteristik perekonomian serta membantu pemerintah menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Dikejar Tenggat 31 Agustus
Bagi petugas lapangan BPS Bireuen, waktu menjadi tantangan tersendiri. Batas akhir pendataan lapangan SE2026 tinggal menghitung hari.
Dari Gampong Cot Tunong dan Samuti Makmur hingga Tanjong Siron dan Glanggang Menje, petugas masih harus mendatangi masyarakat, menghadapi beragam kondisi responden dan memastikan informasi yang diperoleh sesuai dengan keadaan di lapangan.
Tanggal 31 Agustus 2026 menjadi batas akhir pendataan lapangan SE2026.
Sebelum tenggat tersebut tiba, petugas harus memastikan sasaran pendataan dapat dijangkau dan informasi yang diperlukan tercatat dengan baik.
Sebab, yang dikumpulkan bukan semata-mata angka dalam kuesioner.
Di balik setiap data terdapat aktivitas ekonomi masyarakat yang menggambarkan wajah Bireuen hari ini. Data tersebut nantinya menjadi salah satu bagian penting dalam melihat kondisi perekonomian dan menyusun arah pembangunan ke depan.
Jawaban masyarakat hari ini turut menjadi bagian dari gambaran masa depan yang disusun melalui data.
Reporter: Muhammad Idris (Amat Asah Parang)
Editor : Ipul pedank laut
