Haba Elit
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

lisensi

Advertisement

Advertisement
Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026, Agustus 11, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-11T07:55:41Z
AcehHuman InterestJakartaKambojaPeristiwaTenaga Kerja Indonesia

Senator Azhari Cage Bantu Pulangkan Warga Langsa Korban Scam di Kamboja

Advertisement
Senator Azhari Cage mendampingi warga Aceh yang menjadi korban scam di Kamboja setelah tiba di Jakarta, Senin (10/8/2026). Korban selanjutnya akan melanjutkan perjalanan pulang ke Aceh.


Habaelit.com|Jakarta ,– Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage SIP, membantu pemulangan Sukardi (33), warga Gampoeng Baroeh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh, yang menjadi korban penipuan pekerjaan atau scam di Kamboja.


Sukardi sebelumnya berada di Kamboja selama sekitar delapan bulan. Selama berada di negara tersebut, ia mengaku bekerja selama empat bulan tanpa menerima upah hingga akhirnya melarikan diri dan mencari perlindungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh.


“Sukardi menjadi korban scammer sudah delapan bulan di Kamboja dan bekerja selama empat bulan tanpa dibayar hingga akhirnya melarikan diri untuk menjumpai KBRI,”kata Azhari Cage dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).

 

Menurut Azhari, sejak Mei 2026 Sukardi berada di penampungan KBRI Phnom Penh. Ia kemudian dihubungi Sukardi untuk meminta bantuan agar dapat dipulangkan ke Aceh.


Sebelum memberikan bantuan, Azhari mengaku terlebih dahulu melakukan verifikasi kepada pihak KBRI di Kamboja untuk memastikan keberadaan Sukardi.


“Saya dihubungi oleh saudara Sukardi untuk meminta bantuan agar dipulangkan ke Aceh dari Kamboja,” ujar Azhari.

 

Azhari kemudian menghubungi pihak KBRI, termasuk seorang petugas bernama Dadang, untuk memastikan apakah benar terdapat warga Langsa asal Aceh bernama Sukardi yang berada di penampungan.


Setelah keberadaan Sukardi dipastikan, Azhari meminta agar proses administrasi kepulangan segera diurus, termasuk pembelian tiket pesawat. Seluruh biaya kepulangan tersebut, menurut dia, ditanggung olehnya.


“Setelah Pak Dadang cek, ternyata ada. Lalu kita minta untuk diurus segala administrasi dan dibelikan tiket untuk kembali ke Indonesia. Biayanya kita tanggung dan kita transfer sepenuhnya,” katanya.

 

Pada Senin (10/8/2026), Sukardi diterbangkan dari Phnom Penh menuju Jakarta menggunakan pesawat AirAsia QZ-475. Pesawat tersebut dijadwalkan berangkat sekitar pukul 16.05 WIB dan tiba di Jakarta sekitar pukul 19.10 WIB.


Setibanya di Jakarta, Sukardi dijemput oleh tim Azhari Cage. Selanjutnya, pihaknya berkoordinasi dengan Kantor Perwakilan Aceh di Jakarta agar Sukardi dapat menginap satu malam sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Aceh menggunakan bus pada Selasa (11/8/2026).


Biaya perjalanan lanjutan tersebut juga dibantu oleh Azhari Cage.


Azhari menjelaskan, berdasarkan keterangan Sukardi, keberangkatannya dari Langsa terjadi pada Desember. Saat itu, Sukardi dijanjikan pekerjaan sebagai tenaga pangkas rambut di Selangor, Malaysia.


Sukardi kemudian berangkat melalui Bandara Internasional Kualanamu dan transit di Kuala Lumpur. Namun, menurut keterangan Sukardi, pesawat yang ditumpanginya justru mendarat di Phnom Penh, Kamboja.


“Sukardi berangkat dari Langsa bulan 12 lewat Kualanamu menuju Kuala Lumpur. Katanya dijanjikan kerja pangkas di Selangor. Orang yang menjanjikan kerja mengarahkan untuk naik pesawat transit yang sudah dibelikan tiket, ternyata pesawat tersebut mendarat di Phnom Penh, Kamboja,” ujar Azhari.


Setelah berada di Kamboja, Sukardi kemudian bekerja selama beberapa bulan tanpa menerima upah hingga akhirnya melarikan diri dan mendatangi KBRI untuk mendapatkan perlindungan.


Kasus yang dialami Sukardi menjadi perhatian Azhari Cage. Ia mengingatkan masyarakat Aceh agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang disebarkan melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.


Saya ingin mengingatkan masyarakat Aceh agar berhati-hati bila ada WA atau Facebook yang menjanjikan pekerjaan agar tidak menjadi korban seperti saudara Sukardi,” kata Azhari.


Azhari berharap masyarakat tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang tidak jelas perusahaan, alamat, proses perekrutan, maupun dokumen keberangkatannya.


Pemulangan Sukardi menjadi langkah bantuan bagi warga Aceh yang mengalami persoalan di luar negeri sekaligus menjadi pengingat agar calon pekerja migran memastikan legalitas pekerjaan dan jalur keberangkatan sebelum meninggalkan daerah asal.


Reporter : Ipul pedank laut