Advertisement
![]() |
| Ilustrasi. Rakyat kerap menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari berbagai praktik ilegal, mulai dari mafia BBM, galian C ilegal, hingga peredaran narkoba. |
Habaelit.com | Opini,- Di setiap persoalan besar yang dihadapi masyarakat, sering muncul satu pertanyaan sederhana: mengapa yang paling menderita justru rakyat? Saat bahan bakar sulit diperoleh, rakyat yang mengantre. Saat galian C ilegal merusak lingkungan, rakyat yang menghadapi debu, jalan rusak, dan ancaman banjir. Saat narkoba merajalela, rakyat pula yang kehilangan anak, saudara, dan masa depan generasi mudanya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kejahatan yang terorganisasi tidak pernah hanya merugikan negara. Dampaknya selalu bermuara kepada masyarakat. Mafia memperoleh keuntungan ekonomi, sementara rakyat memikul biaya sosial, ekonomi, dan lingkungan yang jauh lebih besar.
Kelangkaan bahan bakar bukan sekadar persoalan distribusi. Ketika terjadi penyimpangan dalam rantai pasok atau praktik-praktik melawan hukum, aktivitas ekonomi masyarakat ikut terganggu. Nelayan kesulitan melaut, petani terhambat bekerja, pelaku usaha mengeluarkan biaya lebih besar, dan harga kebutuhan pokok berpotensi ikut terdampak.
Begitu pula dengan galian C ilegal. Alam yang seharusnya diwariskan kepada generasi mendatang dieksploitasi tanpa memperhatikan aturan dan keberlanjutan. Kerusakan lingkungan tidak mengenal batas administrasi. Ketika sungai rusak atau jalan hancur, masyarakatlah yang pertama merasakan akibatnya.
Di sisi lain, narkoba menjadi ancaman yang tak kalah serius. Barang haram itu tidak hanya menghancurkan individu, tetapi juga merusak keluarga dan masa depan bangsa. Setiap generasi muda yang terjerumus merupakan kehilangan besar bagi daerah dan negara.
Tentu, penegakan hukum harus dilakukan berdasarkan alat bukti yang cukup, proses yang adil, dan penghormatan terhadap asas praduga tak bersalah. Namun, masyarakat juga berharap upaya pemberantasan tidak berhenti pada pelaku lapangan semata. Penanganan yang menyeluruh terhadap jaringan kejahatan menjadi harapan agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Negara yang kuat bukan hanya diukur dari banyaknya peraturan, melainkan dari kemampuannya menghadirkan rasa keadilan bagi seluruh warga. Ketika hukum ditegakkan secara konsisten dan tanpa pandang bulu, ruang bagi praktik-praktik ilegal akan semakin sempit.
Pada akhirnya, rakyat tidak meminta perlakuan istimewa. Rakyat hanya ingin hidup dalam keadaan yang aman, lingkungan yang terjaga, ekonomi yang berjalan, dan generasi muda yang terbebas dari ancaman narkoba. Sebab jika mafia terus meraup untung sementara rakyat terus memikul beban, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kesejahteraan masyarakat, melainkan juga kepercayaan terhadap tegaknya hukum dan keadilan.
Penulis : Ipul Pedank Laut
