Advertisement
Elitnesia.id|Bireuen ,— Kepolisian Resor (Polres) Bireuen menggelar apel gelar pasukan dalam rangka pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026, Kamis (3/9/2026) pagi.
Apel yang berlangsung di Lapangan Hijan 97 Wira Pratama, Mapolres Bireuen, tersebut dipimpin langsung Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K.
Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forkopimda, Forkopimda Plus, serta kepala SKPK di jajaran Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Apel melibatkan personel gabungan dari TNI-Polri, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, Satpol PP, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Polisi Kehutanan (Polhut), dan Dinas Kesehatan.
Kapolres Bireuen mengatakan apel tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana dalam menghadapi potensi karhutla, khususnya di wilayah Kabupaten Bireuen.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi, sinergi, dan kolaborasi lintas instansi.
"Apel gelar pasukan yang kita laksanakan hari ini memiliki makna yang sangat strategis. Bukan sekadar seremonial, melainkan wujud kesiapan, keseriusan, dan komitmen kita bersama dalam menghadapi potensi karhutla," kata AKBP Yulhendri.
Menurutnya, berdasarkan prediksi BMKG, Aceh memasuki puncak musim kemarau pada Juni hingga September 2026. Kondisi tersebut disertai potensi fenomena El Nino dalam kategori lemah yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Risiko tersebut terutama terdapat di wilayah yang memiliki lahan kering, gambut, perkebunan, hutan, maupun semak belukar.
"Data periode Januari hingga Agustus 2026, Polres Bireuen telah mendedikasikan waktu dan tenaga untuk melaksanakan langkah-langkah penanggulangan secara masif," ujarnya.
Yulhendri menegaskan, pencegahan karhutla bukan hanya berkaitan dengan upaya menjaga lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan, keamanan, dan ketenteraman masyarakat.
Ia berharap seluruh pihak dapat menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, disiplin, serta mengedepankan sinergitas dan kerja sama.
"Saya percaya, dengan kesungguhan, kedisiplinan, sinergitas, dan kerja keras kita semua, kita mampu mewujudkan wilayah hukum Polres Bireuen bebas asap, zero karhutla, memperkuat persaudaraan dan memperkokoh persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Yulhendri.
Enam Langkah Pencegahan Karhutla
Dalam amanatnya, Kapolres Bireuen menyampaikan sejumlah langkah yang perlu diperkuat dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
Pertama, mengutamakan pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi secara masif, khususnya di wilayah yang rawan karhutla.
Kedua, melibatkan seluruh elemen masyarakat serta memperkuat peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pencegahan karhutla di tingkat desa.
Ketiga, memperkuat sinergitas dan soliditas antarinstansi dalam satu gerakan, satu komando, dan satu tujuan.
"Hilangkan ego sektoral, karena yang kita hadapi adalah api, bukan kewenangan," tegasnya.
Keempat, melaksanakan penegakan hukum secara tegas, profesional, dan berkeadilan terhadap setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Kelima, memastikan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana, termasuk peralatan pemadam, komunikasi, kendaraan, serta dukungan logistik.
Keenam, mengoptimalkan pemetaan dan deteksi dini terhadap titik rawan, sumber air, akses menuju lokasi, serta setiap laporan hotspot untuk segera diverifikasi dan ditindaklanjuti.
Usai pelaksanaan apel, Kapolres Bireuen bersama unsur Forkopimda melakukan pengecekan terhadap sarana dan prasarana pendukung pencegahan serta penanganan karhutla.
Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel dan perlengkapan yang disiapkan dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Bireuen.
Redaksi : Ipul pedank laut
