Haba Elit
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

lisensi

Advertisement

Advertisement
Senin, 27 April 2026, 9:25 PM WIB
Last Updated 2026-04-27T14:25:35Z
BireuenIKMAB YogyakartaMahasiswa AcehMubes IIOrganisasi Mahasiswa

Mubes II IKMAB Yogyakarta, Momentum Konsolidasi dan Arah Baru Organisasi

Advertisement

 

Peserta Musyawarah Besar (Mubes) II IKMAB Yogyakarta mengikuti jalannya sidang pleno di Aula Balee Gadeng, Sagan, Sabtu (25/4/2026), dalam rangka membahas evaluasi dan arah kebijakan organisasi ke depan.

Elitnesia.id|Yogjakarta— Ikatan Keluarga Mahasiswa Aceh Bireuen (IKMAB) Yogyakarta menggelar Musyawarah Besar (Mubes) II sebagai langkah konsolidasi sekaligus penegasan arah organisasi ke depan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balee Gadeng, Sagan, Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).


Mengusung tema “Lam Mufakat Syedara Ta Peukong”, Mubes II tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang refleksi bagi organisasi yang baru genap berusia satu tahun. Tema tersebut menegaskan pentingnya kebersamaan dan kesepakatan sebagai fondasi keberlanjutan organisasi.


Rangkaian kegiatan diawali dengan suasana kebersamaan melalui memasak kuliner khas Bireuen, seperti sie itek dan mie caluk. Aktivitas ini menjadi simbol penguatan ikatan emosional antaranggota sebelum memasuki forum utama. Pada malam hari, agenda berlanjut dengan sidang pleno yang membahas evaluasi program kerja serta perumusan strategi organisasi ke depan.


Peserta Musyawarah Besar (Mubes) II IKMAB Yogyakarta berfoto bersama usai kegiatan di Aula Balee Gadeng, Sagan, Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026), sebagai bentuk kebersamaan dan komitmen memperkuat organisasi mahasiswa Aceh Bireuen di perantauan.


Ketua panitia, Nawal Aska, menyampaikan bahwa Mubes II menjadi momentum reflektif dan strategis bagi IKMAB Yogyakarta. Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.


“Kami berterima kasih kepada para donatur, seluruh anggota IKMAB Jogja, serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.


Menurutnya, partisipasi aktif anggota, termasuk yang berada di luar Yogyakarta, menunjukkan komitmen kolektif dalam menjaga eksistensi organisasi. Namun, ia menegaskan pentingnya tindak lanjut konkret dari hasil musyawarah.


Sementara itu, Ketua IKMAB Yogyakarta, Khairil Anwar, menjelaskan bahwa organisasi ini berdiri pada 10 Maret 2025 sebagai wadah mahasiswa asal Kabupaten Bireuen di Yogyakarta. Dalam satu tahun perjalanannya, IKMAB dinilai mulai menunjukkan perkembangan, meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan.


Ia berharap kepengurusan berikutnya mampu memperluas jejaring dengan organisasi mahasiswa lain di Yogyakarta guna mendorong lahirnya inovasi dan penguatan peran organisasi.


Mubes II turut dihadiri perwakilan sejumlah paguyuban mahasiswa Aceh di Yogyakarta, seperti Taman Pelajar Aceh (TPA), Ikatan Mahasiswa Aceh Barat (IKAMABAR), dan Ikatan Mahasiswa Aceh Tenggara (IKAMARA), serta perwakilan Asrama Sabena.


Kehadiran berbagai organisasi tersebut mencerminkan potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan bersama mahasiswa Aceh di perantauan.


Mubes II IKMAB Yogyakarta diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi titik awal bagi langkah organisasi yang lebih terarah, terstruktur, dan progresif di masa mendatang.


Redaksi : Ipul pedank laut