Haba Elit
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

lisensi

Advertisement

Advertisement
Jumat, 01 Mei 2026, 8:30 PM WIB
Last Updated 2026-05-01T13:32:09Z
BanjirBantuan SosialBencana AlamBPBD BireuenBupati BireuenpascabencanaPemerintah DaerahPendataan Kerusakan

BPBD Bireuen Tegaskan Pendataan Kerusakan Banjir Harus Akurat, Kecurangan Akan Ditindak

Advertisement

 

Kepala BPBD Bireuen, Ir. Marwan, ST, MT, menyerahkan dan menjelaskan hasil pendataan kerusakan rumah warga terdampak banjir kepada Bupati Bireuen di lapangan, Jumat (1/5/2026), sebagai dasar penyaluran bantuan yang tepat sasaran.

Habaelit.com |Bireuen,— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen menegaskan pentingnya pendataan kerusakan rumah warga akibat banjir dilakukan secara jujur, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.


Kepala BPBD Bireuen, Ir. Marwan ST MT, Jumat (1/5/2026), mengatakan pendataan menjadi tahap krusial karena menjadi dasar utama dalam penyaluran bantuan kepada korban terdampak.


“Pendataan kerusakan rumah merupakan tahap paling penting. Jangan sampai terjadi manipulasi data atau permainan antara tim survei (enumerator) dengan perangkat desa,” ujar Marwan.


Ia menegaskan, seluruh tim yang diturunkan ke lapangan harus bekerja secara profesional, teliti, dan serius tanpa ada unsur kelalaian ataupun penyimpangan.


Menanggapi keraguan sebagian masyarakat terkait akurasi data, Marwan memastikan bahwa proses survei dilakukan secara ketat dan terukur. Setiap kerusakan dicatat secara rinci, mulai dari kategori ringan, sedang, hingga berat, disertai dokumentasi foto serta koordinasi dengan aparatur desa.


Menurut dia, tim pendataan terdiri dari unsur lintas sektor, antara lain BPBD, TNI, Polri, Kejaksaan, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dinas terkait, serta relawan.


“Metode yang digunakan mengacu pada pedoman nasional penilaian kerusakan dan kerugian akibat bencana, sehingga hasilnya bisa dipertanggungjawabkan secara hukum maupun administrasi,” katanya.


BPBD juga menjelaskan bahwa proses pendataan dilakukan secara bertahap mengingat luasnya wilayah terdampak dan jumlah rumah yang mencapai ribuan unit. Warga diminta bersabar apabila belum seluruhnya terdata.


Bagi masyarakat yang merasa belum didata atau menemukan ketidaksesuaian, BPBD membuka saluran pengaduan melalui pemerintah desa, kecamatan, maupun posko induk BPBD untuk dilakukan verifikasi ulang.


“Data yang akurat sangat penting agar bantuan dari APBD maupun APBN dapat disalurkan tepat waktu dan tepat sasaran,” ujar Marwan.


Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya dan turut mendukung kelancaran proses pendataan.


Hingga saat ini, pendataan dan verifikasi masih berlangsung di sejumlah kecamatan terdampak. BPBD menargetkan seluruh proses dapat segera rampung agar penanganan pascabencana, termasuk perbaikan dan pembangunan kembali rumah warga, bisa segera dilakukan.


Marwan menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir kecurangan dalam proses pendataan.


“Jika ditemukan data yang tidak sesuai fakta lapangan, akan diambil tindakan tegas. Semua pihak yang terlibat bertanggung jawab penuh. Hasil pendataan ini menentukan nasib korban banjir ke depan. Jika ada yang bermain, pasti akan ketahuan,” katanya.


Redaksi : Ipul pedank laut