Haba Elit
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

lisensi

Advertisement

Advertisement
Sabtu, 11 Juli 2026, 12:42 PM WIB
Last Updated 2026-07-11T05:42:44Z

500 Pohon Ditanam di Bantaran Sungai Gampong Kulu, Pemkab Bireuen Ajak Warga Jaga Lingkungan

Advertisement

 


Elitnesia.id|Bireuen ,Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama kalangan akademisi, mahasiswa, aparat, dan masyarakat menggelar Gerakan Penanaman dan Konservasi Bantaran Sungai Berkelanjutan di Gampong Kulu, Kecamatan Kutablang, Sabtu (11/7/2026). Sebanyak 500 batang pohon ditanam sebagai upaya memperkuat bantaran sungai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.


Kegiatan yang digagas Himpunan Mahasiswa Ilmu Lingkungan (HIMAILU) Fakultas Teknik Universitas Almuslim itu dibuka oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bireuen, Mulyadi, SH., MM, yang hadir mewakili Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST.


Jenis pohon yang ditanam meliputi mahoni, trembesi, durian, dan jambu air. Selain memiliki fungsi memperkuat bantaran sungai dan meningkatkan daya resap air, pohon-pohon tersebut juga diharapkan memberi nilai ekonomi bagi masyarakat di masa depan. Kegiatan turut dirangkai dengan aksi gotong royong membersihkan kawasan sungai.


Dalam sambutannya, Mulyadi menyampaikan apresiasi Bupati Bireuen kepada HIMAILU Universitas Almuslim dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, gerakan penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan.


"Atas nama Bupati Bireuen, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, mahasiswa, pemerintah, aparat, dan masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan. Pohon yang ditanam hari ini akan menjadi pelindung bumi, menjaga sumber air, mencegah abrasi, serta memberikan manfaat bagi generasi mendatang," kata Mulyadi.

 

Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Bireuen pernah mengalami bencana banjir hidrometeorologi yang menyebabkan kerusakan di berbagai wilayah. Karena itu, upaya pemulihan harus diiringi langkah nyata menjaga ekosistem, terutama di kawasan hulu dan bantaran sungai.


Mulyadi juga mengangkat falsafah Aceh, Uteun Jaga Ie, yang bermakna hutan menjaga air. Menurutnya, keberadaan hutan dan pepohonan merupakan kunci menjaga keseimbangan alam, mengurangi risiko banjir, serta menjamin ketersediaan sumber air bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjalankan amanah sebagai khalifah di muka bumi dengan menjaga dan merawat lingkungan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.


Sebagai penanda dimulainya kegiatan, Mulyadi secara resmi mencanangkan Gerakan Penanaman dan Konservasi Bantaran Sungai Berkelanjutan.


"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Gerakan Penanaman dan Konservasi Bantaran Sungai Berkelanjutan saya nyatakan dimulai. Mari kita hijaukan bumi dan lestarikan sungai, karena sungai yang bersih dan hijau adalah warisan terbaik bagi generasi mendatang. Hijau lestari, sungai berseri," ujarnya.

 

Ketua Panitia, Waisul Qarani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan. Selain penanaman pohon, seluruh peserta juga melakukan aksi bersih-bersih di sepanjang aliran sungai sebagai upaya menumbuhkan budaya menjaga kebersihan lingkungan.


Usai pembukaan, para tamu undangan bersama ratusan peserta menanam pohon di titik-titik yang telah ditentukan di sepanjang bantaran Sungai Gampong Kulu. Masing-masing instansi dan pemangku kepentingan turut menanam pohon pada lokasi yang telah diberi penanda sebagai bentuk komitmen bersama menjaga kelestarian lingkungan.




Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Bireuen Mulyadi, SH., MM, perwakilan Kejaksaan Negeri Bireuen dari Staf Intelijen Andri, mewakili Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani, Kapolsek Gandapura Iptu Jusman, S.Sos., Camat Kutablang Erizal, Ketua PK KNPI Kutablang Zurimaldini, perwakilan Posramil Kutablang Sertu Huwaisyi, Keuchik Gampong Kulu Saiman, Wakil Rektor Universitas Almuslim Drh. Zulfikar, M.Si., Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan Ir. Maysa Fitri, SST., MT., Wakil Dekan Fakultas Teknik Ir. Richard Moreno, MT., serta ratusan mahasiswa Universitas Almuslim, Universitas Islam Kebangsaan (UNIKI), Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH), Universitas Islam Aceh (UIA) Bireuen, dan puluhan siswa MAN 3 Bireuen yang turut berpartisipasi dalam aksi peduli lingkungan tersebut.


Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, aparat penegak hukum, organisasi kepemudaan, pemerintah gampong, dan masyarakat terus diperkuat dalam mewujudkan Kabupaten Bireuen yang hijau, lestari, tangguh menghadapi perubahan iklim, serta mampu menjaga keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.


Sumber : Amat Asah Parang