Haba Elit
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

lisensi

Advertisement

Advertisement
Selasa, 14 Juli 2026, 11:32 AM WIB
Last Updated 2026-07-14T04:32:20Z

Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Kemenag Bireuen Sukseskan GAMAS dan MATAMUDA di Seluruh Madrasah

Advertisement


Habaelit.com|Bireuen,– Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bireuen menggelar secara serentak Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) dan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di seluruh madrasah pada hari pertama Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara keluarga dan madrasah dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.


Sejak pagi, suasana di berbagai madrasah tampak semarak. Gerbang sekolah dihiasi dekorasi penyambutan, balon warna-warni, serta ornamen edukatif yang menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi peserta didik baru. Kepala madrasah, dewan guru, dan tenaga kependidikan menyambut para siswa dengan senyum, salam, dan suasana penuh kehangatan.


Pelaksanaan GAMAS menjadi salah satu perhatian utama pada hari pertama sekolah. Kehadiran para ayah yang mengantar putra-putri mereka hingga ke lingkungan madrasah dinilai sebagai bentuk dukungan nyata keluarga terhadap pendidikan anak sejak awal perjalanan akademiknya.


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., mengapresiasi seluruh kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, komite madrasah, serta para orang tua yang telah menyukseskan pelaksanaan GAMAS dan MATAMUDA di Kabupaten Bireuen.




Menurutnya, kedua program tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter dengan menempatkan keluarga sebagai mitra strategis madrasah dalam mendidik generasi bangsa.


"Kehadiran ayah dalam mengantar anak ke madrasah memberikan pesan yang sangat kuat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dukungan keluarga akan menjadi energi positif bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, disiplin, dan berprestasi," ujar Zulkifli.


Ia menjelaskan, MATAMUDA dirancang untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan madrasah secara menyenangkan, aman, inklusif, serta bebas dari praktik perundungan maupun perploncoan. Melalui berbagai kegiatan edukatif dan pengenalan budaya madrasah, siswa diajak mengenal lingkungan belajarnya sekaligus menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama.


"Madrasah harus menjadi rumah kedua yang nyaman bagi setiap peserta didik. Di sinilah mereka tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga dibimbing menjadi insan yang beriman, bertakwa, berakhlakul karimah, cinta tanah air, serta memiliki karakter moderat sesuai nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin'," tegasnya.


Kemenag Kabupaten Bireuen berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui GAMAS dan MATAMUDA terus berlanjut sepanjang tahun ajaran. Sinergi antara madrasah, orang tua, dan masyarakat diyakini menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus melahirkan generasi yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Pelaksanaan GAMAS dan MATAMUDA secara serentak di seluruh madrasah di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Bireuen menjadi wujud komitmen menghadirkan pendidikan madrasah yang ramah anak, inklusif, humanis, serta berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik sejak hari pertama memasuki lingkungan madrasah.


Redaksi : Ipul pedank laut