Advertisement
Habaelit.com|Bireuen ,– RSUD dr. Fauziah Bireuen terus memperkuat layanan kesehatan rujukan, khususnya di bidang onkologi, dengan menjadi tuan rumah Road Show Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN) Aceh yang dirangkaikan dengan seminar ilmiah dan peninjauan ruang kemoterapi baru, Minggu (19/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kanker bagi masyarakat Bireuen dan kawasan timur Aceh, sekaligus mendukung program nasional penguatan layanan kanker yang dicanangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serta sambutan Ketua PERHOMPEDIN Aceh, dr. M. Rizwan, Sp.PD., K-HOM. Dalam sambutannya, ia mengaku memiliki ikatan emosional dengan Kabupaten Bireuen karena pernah bertugas sebagai Kepala Puskesmas di daerah tersebut pada masa konflik Aceh.
Dr. Rizwan menjelaskan PERHOMPEDIN merupakan organisasi profesi di bawah Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) yang menaungi para konsultan hematologi onkologi medik. Organisasi tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kanker melalui pendidikan, pelatihan, penelitian, hingga pengembangan layanan kemoterapi di berbagai daerah.
Menurutnya, beban penyakit kanker terus meningkat dari tahun ke tahun. Sekitar 95 persen faktor risiko kanker dipengaruhi lingkungan dan gaya hidup, sedangkan faktor genetik hanya sekitar lima persen. Tantangan terbesar saat ini adalah masih banyak pasien yang datang berobat ketika penyakit telah memasuki stadium lanjut.
"Deteksi dini merupakan kunci keberhasilan penanganan kanker. Semakin cepat penyakit ditemukan, semakin besar peluang keberhasilan terapi, kualitas hidup pasien dapat dipertahankan, dan biaya pengobatan menjadi lebih efisien," ujarnya.
Ia juga menyoroti masih terbatasnya jumlah dokter konsultan hematologi onkologi medik di sejumlah daerah di Aceh. Karena itu, pemerataan layanan kanker memerlukan kolaborasi antara pemerintah, rumah sakit, dan organisasi profesi.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. Fauziah Bireuen, dr. Minar Mushari, Sp.N, mengatakan pengembangan layanan onkologi menjadi salah satu prioritas rumah sakit. Selain telah memiliki dokter spesialis hematologi onkologi medik, RSUD dr. Fauziah juga terus melengkapi fasilitas pendukung sesuai program pemerintah pusat.
Menurutnya, peningkatan mutu pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan gedung dan peralatan medis, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang harus dibangun melalui pendidikan dan pembinaan secara berkelanjutan.
"Pengembangan sumber daya manusia merupakan investasi utama. Membangun SDM membutuhkan proses yang lebih panjang dibandingkan penyediaan sarana dan prasarana," kata dr. Minar.
Ia menambahkan, RSUD dr. Fauziah termasuk salah satu rumah sakit di Aceh yang mendapat kepercayaan sebagai lokasi pengembangan layanan kanker. Dengan dukungan tersebut, rumah sakit diharapkan mampu berkembang menjadi pusat rujukan regional dengan layanan onkologi yang semakin lengkap.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Bireuen, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, dr. Irwan, menyampaikan permohonan maaf Bupati dan Wakil Bupati Bireuen yang berhalangan hadir karena agenda pemerintahan.
Ia menegaskan pemerintah daerah mendukung penuh pengembangan layanan onkologi di RSUD dr. Fauziah sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
"Keberadaan RSUD dr. Fauziah sebagai rumah sakit rujukan regional menjadi modal penting dalam meningkatkan akses pelayanan kanker bagi masyarakat Bireuen dan wilayah sekitarnya. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan layanan onkologi agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," ujarnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar ilmiah yang menghadirkan dua materi utama. Materi pertama bertajuk "Cancer Pain" disampaikan oleh dr. M. Rizwan yang membahas penatalaksanaan nyeri pada pasien kanker secara komprehensif. Sementara materi kedua bertajuk "Mukositis Akibat Obat Kemoterapi" dipaparkan oleh dr. Iskandar, Sp.PD, yang mengulas penanganan efek samping kemoterapi pada saluran cerna dan rongga mulut.
Seminar berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti dokter dari berbagai rumah sakit pemerintah maupun swasta di Aceh.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan komitmen bersama untuk memperkuat layanan kemoterapi di RSUD dr. Fauziah Bireuen. Selanjutnya, rombongan meninjau Ruang Sitotoksik yang dipersiapkan sebagai unit kemoterapi baru.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan kemoterapi yang lebih dekat, cepat, aman, dan berkualitas bagi masyarakat Bireuen dan kawasan timur Aceh, sehingga pasien tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk memperoleh terapi.
Road Show PERHOMPEDIN Aceh menjadi momentum memperkuat sinergi antara organisasi profesi, pemerintah daerah, dan rumah sakit dalam meningkatkan pemerataan layanan kanker melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan, penyediaan fasilitas yang memadai, serta sistem rujukan yang berorientasi pada keselamatan dan kualitas hidup pasien.
Sumber : Amat Asah Parang
Redaksi/editor : Ipul pedank laut

